header-int

BEM UNIV HADIRI UNDANGAN DIRJEND, RISTEK DIKTI

Selasa, 14 Feb 2017, 12:56:54 WIB - 527 View
Share
BEM UNIV HADIRI UNDANGAN DIRJEND, RISTEK DIKTI

Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Darul ‘Ulum menghadiri Undangan Direktorat Jendral Pembelajaran dan Kemahasiswaan yang bekerjasama dengan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) dalam rangka pencegahan, perlindungan dan deradikalisasi paham radikal dilingkungan pendididkan tinggi pada hari Kamis (27/8) di Gedung Widyaloka Universitas Brawijaya (UB) Jl. Veteran Malang.

Dialog Pencegahan paham Radikal di Perguruan Tinggi dan Workshop program damai di Dunia Maya ini diikuti tidak kurang 47 Perguruan Tinggi di Jawa Timur, Undar mengirim delegasi yang terdiri dari: 1.Presiden Mahasiswa BEM-Univ. 2.Sekretaris BEM dan Komar (Pengurus BEM/aktivis).

 

Delegasi Undar yang terdiri dari Pengurus BEM-Univ. Merasa bangga diundang dalam event bergengsi ini pasalnya seperti yang disampaikan dari Direktorat Pembelajaran&Kemahasiswaan bahwa PTN dan PTS yang diundang ini merupakan hasil seleksi bagi PTN dan PTS yang tertib administrasinya alias diakui keberadaannya Dialog ini selain menghadirkan Brigadir Jenderal Polisi Hamidi dari BNPT, Hadir pula Ketua Forum Kordinasi Penanggulangan Terorisme (FKPT), Pimpinan Pusat Media Damai (PMD) Choirul Anam, kata Prof.Dr.Ir.Muhammad Bisri Rektor Universitas Brawijaya, sebagai tuan rumah

 

BRIGADIR 

 

BRIGADIR JENDERAL POL.HAMIDI

SAAT BERADA DI UB 

 

lebih lanjut Bisri mengatakan bahwa Mahasiswa Universitas Brawijaya tidak ada yang terlibat dan terpengaruh dalam gerakan paham radikalisme, karena para mahasiswa dibebani tugas dan belajar serta disibukkan kegiatan-kegiatan baik kegiatan kurikuler maupun kegiatan ekstra kurikuler termasuk Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM),sehinggah para mahasiswa tidak memiliki waktu lagi untuk mengenal paham Radikalisme di UB tidak kurang ada 76 UKM, ujarnya, sementara itu Hamidi mengatakan Malang menjadi salah satu target penyebaran gerakan Radikalisme Termasuk Negara Islam Indonesia Suriah (ISIS), setelah setahun lalu di deklarasikan Anshoriel Khilafah yang mendukung Pimpinan ISIS Abu Bakar Al-Baghdadi, ia menjelaskan para teroris merekrut anggotanya dengan empat cara yaitu melalui jalur kekerabatan, pertemanan, pengalaman dan pesantren, Hamidi juga mengatakan ada beberapa pesantren yang mengajarkan kekerasan selain upaya mempengaruhi mahasiswa dilakukan secara ofline, para teroris juga merekrut anggotanya dg cara Online, Teroris merekrut dengan melalui Forum Diskusi Radio Streaning Video dan Jejaring Media Sosial, untuk semangat Nasionalisme dan Wawasan Kebangsaan harus ditingkatkan dalam lingkungan Kampus, katanya.

 

Bagi Mahasiswa yang mengetahui kejanggalan untuk segera melaporkan ke pusat media damai BNPT, tujuannya untuk mencegah penyebaran paham radikalisme lebih luas, Dialog ini diharapkan dapat merumuskan Strategi untuk membentengi Mahasiswa dari pengaruh paham radikalisme dan terorisme.

DIALOG

 

Menanggapi kegiatan yang digagas oleh Dirjend bekerjasama dg BNPT Wakil Rektor III Undar Dr.Ir.H. Cholil Hasyim yang ikut hadir di Gedung Widyaloka Universitas Brawijaya (UB) saat pembukaan menanggapi positip, karena dirasakan akhir-akhir ini kampus marak dengan gerakan Terorisme, Narkotika, dan Korupsi, tiga ancaman yang merapuhkan Negara Kesatuan Republik Indonesia

Gerakan radikalisme mulai marak melibatkan mahasiswa di kampus yang teracuni aliran-aliran tertentu, polanya dimulai dari lingkungan kelompok keagamaan, masjid, diskusi tentang gerakan radikalisme yang digulerkan lewat verbal hingga perangkat ledakan.

Lebih lanjut Cholil mengatakan kelompok ISIS misalnya kini semakin menggurita dan menjaring Mahasiswa melalui media sosial dan persahabatan, sedangkan di dalam kampus belum ada regulasi yang mengatur untuk mengamati perilaku mahasiswa di dalam unit kegiatan mahasiswa. Kegiatan tersebut rentan dibarengi dengan perilaku menyimpang seperti Narkoba dan senjata api seperti yang baru saja ditemukan disalah satu kampus, diakhir pembicaraan cholil menegaskan bahwa untuk menagkal paham radikalisme dikampus selain mahasiswa disibukkan oleh kegiatan belajar juga lebih diarahkan kegiatan pengembangan minat bakat sehingga dengan demikian disetiap kegiatan mahasiswa terutama di UKM harus ada dosen pembina, jangan dibiarkan mereka berjalan sendiri, pembina harus sering berkomunikasi dengan mahasiswa, sehingga tahu bila terjadi sesuatu yang melanggar ajaran Trisula  tegas Wakil Rektor III tersebut.

 

Undar Universitas Darul Ulum Jombang lahir pada tanggal 18 September 1965. DR. KH Musta in Romli yang telah mendirikan dan membuat bibit dalam meneruskan perjuangan bangsa dalam mencerdaskan dan mengajarkan akhlak sesuai dengan tuntunan Rosululloh Saw.
© 2017 Universitas Darul' Ulum Follow Universitas Darul Ulum : Facebook Twitter Linked Youtube