Seminar Remaja Diantara Pergaulan Bebas Dan Narkoba PDF Print E-mail
Tuesday, 17 February 2009 05:51
  Undar-Jombang, Senin, 16 Februari 2009
 
Dua PSK Positif HIV/AIDS
JOMBANG - Potensi para lelaki hidung belang untuk tertular sekaligus menularkan penyakit HIV/AIDS pada keluarganya saat ini semakin besar. Seiring ditemukannya dua penjaja seks di lokalisasi Dusun Klubuk, Desa Sukodadi, Kecamatan Kabuh yang positif mengidap HIV/AIDS. ''Ini baru yang secara aktif mau menyadari dan periksa. Padahal HIV/AIDS di manapun seperti fenomena gunung es,'' ujar Wakil Bupati Jombang Widjono Soeparno yang juga Ketua BNK Jombang saat menyampaikan sambutan pembukaan seminar sehari bertajuk Remaja Diantara Pergaulan Bebas dan Narkoba yang digelar di aula Undar kemarin.

Widjono menegaskan, kalau sejatinya Jombang tidak punya lokalisasi. Lantaran pemerintah daerah tidak pernah mengeluarkan ijin operasional untuk lokalisasi. ''Makanya, kita juga heran, kenapa di situ (Klubuk) bisa ngumpul banyak (PSK),'' ucapnya disambut gelak tawa ratusan peserta dan undangan seminar.

Dia menjelaskan, sejak dua tahun lalu warga yang terdeteksi positif HIV/AIDS mencapai 122 orang. Sebagian besar dari jumlah tersebut kini sudah meninggal dunia. Sehingga tinggal tersisa 21 orang. ''Mereka terdiri atas anak-anak, remaja, orang dewasa hingga orang tua,'' terangnya. Persebaran mereka juga cukup merata. Selain itu, mereka juga berasal dari seluruh lapisan masyarakat yang ada. ''Ada 21 itu termasuk dua yang di Klubuk,''.

Widjono mengaku sangat prihatin atas fenomena di atas. Apalagi semua itu mayoritas merupakan dampak dari pergaulan bebas dan penyalahgunaan narkoba. ''Terlebih lagi, tren pelajar dengan seks bebas sekarang ini semakin meningkat,'' paparnya.

Untuk itu, pihaknya mengajak semua pihak, termasuk para peserta yang sebagian besar pelajar bersama-sama memerangi perilaku negative tersebut. Agar dapat benar-benar bebas narkoba pada 2015. Tak lupa, dia juga mengajak seluruh civitas akademika Undar untuk bersama-sama mewujudkannya.

Rektor Undar KH Mujib Mustain yang juga hadir pada kesempatan itu menegaskan memang perlu kerja keras untuk memerangi narkoba dan pergaulan bebas. ''Karena memang perkembangan dan pergerakan keduanya terus berjalan sepanjang waktu dan setiap saat. Bahkan selama 24 jam penuh setiap hari,'' terangnya. Baik melalui media televisi maupun lainnya. Sementara para pihak yang melakukan pencegahan, masih butuh istirahat. Setidaknya minimal selama delapan jam dalam sehari.

Mukhtar, Ketua panitia yang juga salah satu dosen Undar menyatakan bahwa seminar tersebut merupakan salah satu langkah Undar untuk turut secara aktif memerangi narkoba dan seks bebas. ''Selain penekanan dalam kelas sebagaimana selama ini, kita juga akan membentuk korp relawan untuk pencegahan HIV/AIDS, narkoba dan seks bebas,'' urai penyandang gelar doktor dari Unibraw Malang ini.

Pada seminar sehari kemarin, panitia setidaknya menghadirkan dua narasumber. Yakni Kasat Binluh Reskoba Polda Jatim AKBP Azizah Hani dan dosen pasca sarjana Undar Prof DR Imam Malik. (jif/nk/)
Last Updated on Monday, 23 February 2009 05:34