Mahasiswa KKM Kelompok A Laksanakan Pembuatan Kompos Organik di TPS3R sebagai Upaya Pengelolaan Limbah Berkelanjutan
Jombang – Mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Kelompok A Desa Betek Kecamatan Mojoagung melaksanakan program kerja bidang lingkungan berupa kegiatan pembuatan pupuk kompos organik di Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R). Kegiatan ini berlangsung mulai pukul 08.00 hingga 10.00 WIB dengan melibatkan anggota divisi lingkungan. Senin (02/02/2026).
Program pembuatan pupuk kompos dilaksanakan sebagai bentuk kontribusi nyata mahasiswa dalam mendukung pengelolaan sampah organik yang lebih efektif dan ramah lingkungan. Limbah organik yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal berpotensi diolah kembali menjadi produk bernilai guna, seperti pupuk kompos, sehingga dapat mengurangi timbulan sampah sekaligus mendukung kesuburan tanah.
Dalam pelaksanaannya, mahasiswa memanfaatkan bahan-bahan organik yang tersedia di sekitar TPS3R, antara lain daun, sisa buah, potongan karton, kotoran sapi, gula merah yang dilarutkan dalam air.
Dalam pembuatan pupuk kompos, bahan-bahan daun, sisa buah, potongan karton dicacah dan dimasukkan dalam tong dicampur secara merata sampai tong hampir penuh. selanjutnya, diberi kotoran sapi lalu disiram larutan air gula merah sebagai aktivator alami guna merangsang pertumbuhan mikroorganisme fermentasi.
Setelah proses pencampuran selesai, tong plastik ditutup rapat untuk menciptakan kondisi fermentasi anaerob. Proses fermentasi direncanakan berlangsung selama dua minggu hingga bahan terurai sempurna dan menghasilkan kompos matang yang siap digunakan. Dari kegiatan ini, mahasiswa berhasil memproduksi sebanyak lima tong kompos.
Kegiatan pembuatan kompos ini tidak melibatkan masyarakat secara langsung, namun para pekerja TPS3R turut menyaksikan proses pelaksanaan sebagai bentuk pengenalan dan pembelajaran teknis terkait pengolahan limbah organik di lingkungan kerja mereka.
Koordinator Divisi Lingkungan KKM Kelompok A Andi Thorip Ayup menyampaikan, program pembuatan pupuk kompos dirancang sebagai langkah edukatif sekaligus aplikatif.
“Kami ingin menunjukkan bahwa limbah organik seperti daun, sisa buah, dan kotoran ternak dapat diolah menjadi pupuk yang bermanfaat. Harapannya, metode sederhana ini dapat diterapkan secara berkelanjutan di TPS3R maupun oleh masyarakat, sehingga sampah organik tidak lagi terbuang percuma,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa berharap TPS3R tidak hanya berfungsi sebagai tempat pemilahan sampah, tetapi juga sebagai pusat pengolahan limbah yang menghasilkan produk bernilai tambah. “Program kerja ini diharapkan mampu mendukung terciptanya lingkungan yang lebih bersih, sehat, serta berkelanjutan secara ekonomi,” pungkas Ayup.

