Dalam Musibah Ada Hikmah oleh Prof. Tadjoer Ridjal

Editor: Muhammad Ajid

Kajian Islam Universitas Darul Ulum Jombang oleh Prof. Tadjoer Ridjal dengan tema “Dalam Musibah ada Hikmah” pada awalnya membahas terkait beragamnya reaksi yang muncul pada masyarakat terkait pandemi Covid-19. Prof. Tadjoer menjabarkan jika pada dasarnya lemampuan masyarakat dalam memahami suatu kejadian memang bermacam-macam. Pertama, yakni orang yang hanya berhenti pada pertanyaan apa itu virus corona atau yang lazim disebut on the line. Artinya, orang dengan tipe pertama ini berhenti ketika pertanyaan telah terjawab, tanpa menanyakannya lebih jauh lagi. Kedua, orang dengan tipe mencari jawaban terkait bagaimana hal itu terjadi (between the line). Orang dengan tipe kedua ini mempunyai kecendurungan untuk mencari jawaban bagaimana awal mula suatu peristiwa terjadi. Ketiga, orang yang berupaya menemukkan makna atas suatu peristiwa yang terjadi (beyond the Line). Orang dengan tipe ketiga ini merupakan orang dengan tingkatan tertinggi, karena orang dengan tipe ini tidak hanya berhenti pada pertanyaan-pertanyaan, akan tetapi lebih jauh, ia akan mencari makna untuk suatu peristiwa yang terjadi.

Prof Tadjoer kemudian melanjutkan, bahwa setiap orang dalam kondisi pandemi covid-19 ini harusnya menjadi orang dengan tipe ketiga, tingkatan tertinggi, mencari makna atas peristiwa yang terjadi akhir-akhir ini. Seperti misalnya melihat kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar atau yang lazim disebut PSBB, kebijakan ini harus dilihat sebagai salah satu cara Allah meremajakan bumi kita. Supaya  bumi dan kita sebagai manusia mampu meremajakan diri kembali. Kita dapat mengibaratkan jika saat ini Bumi sedang berpuasa, seperti halnya puasa pada manusia yang dapat meningkatkan kesehatan, puasa oleh bumi juga dapat membuat bumi lebih sehat. Kita bisa membayangkan bagaiaman lalu lintas kapal terhenti, maka ketika itu laut seisinya dapat beristirahat, menata kembali ekosistemnya. Lalu lintas darat yang terhenti juga sangat besar manfaatnya baggi bumi, sebab getaran yang berasal dari lalu lalang kendaraan berkurang, sehingga bumi dapat menata permukaannya. Terhentinya lalu lintas transportasi tersebut bahkan dapat memperbaiki kualitas udara, yang mana udara merupakan kebutuhan utama manusia untuk hidup, yakni bernafas. Beberapa hal yang terjadi saat ini jika kita tarik lebih jauh, merupakan bagian dari cara Allah menyelamatkan bumi dari manusia, yang justru kelak akan bermanfaat untuk keberlangsungan manusia di masa depan.

kajian islam undar

Dalam Musibah Ada Hikmah

Dikirim oleh Universitas Darul Ulum Jombang pada Senin, 11 Mei 2020

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *