DJUMIYATIN MUSTAIN (IBU MAHASISWA UNDAR)

UNDAR-Jombang. Dibelakang sukses seorang anak dan suami ada seorang ibu di belakangnya. Adalah Djumiyatin yang sering  dipanggil dengan bu nyai Djumiyatin Mustain adalah sosok wanita berperawakan kecil dan super lincah yang lahir pada tahun 15 Maret 1935 di Tambakberas Jombang. Beliau wafat pada usia 76 tahun tepatnya pada hari Senin tanggal 7 Peberuari 2011 pukul 04.25 WIB di Rumah Sakit Airlangga Jombang. Beliau di kebumikan di komplek pemakaman keluarga Ponpes Darul Ulum Rejoso Peterongan Jombang.

Bu nyai Djumiyatin Mustain adalah putri pertama dari pasangan KH Wahab Hasbulhah (salah satu tokoh pendiri NU) dengan bu Nyai Aslihah dan mempunyai dua putri yakni Djum’iyatin binti Wahab dan Mu’tamaroh binti Wahab.

Bu nyai Djumiyatin Mustain di tinggal ibunya (bu Nyai Aslichah) wafat sekitar umur 2 tahunan. Dan di “ramut” oleh bu nyai Nyai Sa’diyah binti Kiai Abdul Majid yang saat itu janda dan mempunyai anak di antaranya bernama Wasifah binti Kiai Faqih, Bangil yang kemudian menjadi isteri “sembungan” KH. Wahab Chasbullah. Dari Bu nyai Wasifah ini lahirlah Bu. Nyai Munjiidah (Bupati Jombang sekarang) dan saudara-saudaranya.

Bu nyai Djumiyatin Mustain di menikah dengan  KH. Musta’in Romly pendiri UNDAR sekitar tahun 1962, beliau dikaruniai tiga orang anak, diantaranya, Dr.HM. Mudjib Mustain (Gus Mudjib), Dra. Ahmada Faidah (neg Aa), dan Dr. Ma’murotus Sa’diyah (neng eyik). Bu nyai Djumiyatin Mustain merupakan isteri ke tiga dari  KH. Musta’in Romly  yang sebelumnya isteri pertama dan kedua beliau meninggal. Isteri pertama KH. Mustain Romly pertama adalah Bu Nyai Chafsoh Ma’som (Jagalan) dikaruniai dua anak, yaitu M Rokhmad (almarhun), dan Dr. H. Lukman Hakim Musta’in (Gus Luk). Isteri ke dua setelah isteri pertama meninggal adalah Bu Nyai Dzurriyatul Lum’ah Krapyak Jogjakarta. Buah dari pernikahannya, beliau dikaruniai satu orang putri, yaitu Hj. Choirun Nisa (neng Nis-Sekaranag Ketua Yayasan UNDAR). Karena desakan dari para Kyai dan ijin Bu. Nyai Djumiyatin beliau “wayuh” nikah dengan Bu Nyai Hj Latifa dari Jember. Buah dari pernikahannya yang terakhir beliau dikaruniai, dua anak, yaitu Siti Sarah dan Dewi Samawiyah.

Bu Nyai Djumiyatin Mustain adalah ibu dari anak-anak KH Mustain yang meninggal dunia; Gus Luk, Neng Nis dan anaknya sendiri Gus Mudjib, Neng Aa dan Neng Eyik. Beliau yang menjadi Ibu yang memberi kasih sayang sekaligus pendidik bagi mereka.

Bu nyai Djumiyatin Mustain adalah lulusan pertama sarjana muda fakultas Hukum Ilmu Hukum Universitas Darul ‘Ulum Jombang pada tahun 1968. Beliau aktif dalam berbagai kegiatan sosial dan partai politik. Beliau merupakan macan betina podium dalam berdakwah. Meninggalkan jejak dengan pembangunan mushollah/surau di daerah-daerah pedesaan yang terpencil di Kabupaten Jombang. Beliau pernah menjabat sebagai pengurus Fatayat, Muslimat NU Kabupaten Jombang sampai akhir hayatnya.

Bu nyai Djumiyatin Mustain adalah orang hebat dan terkenal dikalangan mahasiswa di masanya, yaitu masa 1980 – sampai 2011-an sampai pada tutup usia. Siapapun mahasiswa di masa itu mengenal beliu karena beliau seorang pembela kepentingan mahasiswa yang “ngemplang” mbayar uang kuliah. Bahkan tidak segan-segannya beliau disaat istirahat di rumah Njoso menemui mahasiswa dan atau wali mahasiswa untuk memberikan “dipensasi” uang kuliah dari koceknya sendiri ataupun dengan memerintahkan staf Undar bagian keungan untuk menyelesaikannya. Beliau tidak menutup mata pada kekurangan biaya dan perasaan sedih mahasiswanya, walaupun dalam kenyataannya tidak sedikit dari mahasiswa itu yang mempergunakan beliau sebagai alat memperlancar urusan kuliah.

Al fatihah untuk beliau…………..al fatihah

Dan selamt hari ibu…………….

Koresponden: Khoiruddin